7 Fintech Terbesar Yang Mengubah Masa Depan Dunia

Yoo Ruphiah Guys!

Uda lama ga berjumpa, tahun berlalu dan zaman berganti, mereka yang bertahan adalah sang innovator. Begitu pula dunia keuangan, kalau dulu orang nyimpan duit di bawah bantal, berkembang menjadi bank dan akhirnya sekarang eranya financial techonology (fintech). Obrolan kali ini adalah tentang fintech terbesar yang cakap berinovasi.

Di eropa sudah mulai banyak pengurangan karyawan yang bekerja di industri perbankan. Dari segi perilaku konsumen, mereka menganggap bank sudah terlampau jadul. Oleh karena itu di Indonesia, perbankan ga mau kalah dengan fintech yang mulai menggurita. Mereka harus berjuang ekstra agar tetap survive.

Nah, kalau ngomongin fintech, nampaknya enggak pas kalau kita tidak mengetahui fintech apa aja yang skalanya sudah mendunia. Jangan-jangan dalam waktu dekat mereka akan merambah Indonesia untuk memperkuat lini bisnis di kawasan Asia.

7 Fintech Terbesar

1. Ant Financial

SEMUUUT. . .

Secara harfiah emang semut, kecil. Tapi jangan salah, ni fintech adalah salah satu fintech terbesar di dunia. Di bawah grup Alibaba, perusahaan mencaplok banyak bisnis yang berhubungan dengan pelayanan dan jasa keuangan. Mengendalikan mobile payment terbesar dunia semacam Alipay dan mengoperasikan platform pembiayaan Yue Bao.

fintech terbesar

2. Gusto

Perusahaan yang didirikan oleh Josh Reeves di Amerika ini termasuk inovatif. Pertama, perusahaan bermain di segmen yang sangat spesial yaitu pembayaran gaji, bonus, dan pokoknya related to dunia per-SDM-an. Namun memang karena peraturan setiap wilayah berbeda, saat ini Gusto baru efektif beroperasi di belahan Amerika. Namun, bukan berarti bisa diremehkan, karena perusahaan fintech ini bisa jadi role model yang bisa diterapkan di seluruh dunia.

Sisi menarik yang kedua adalah, karyawan kerja seperti di rumah karena hanya mengenakan kaos kaki. Jadi sebelum masuk ada ruangan untuk menempatkan sepatu, unik kan?

fintech terbesar

3. SoFi

P2P Company, menyasar segmen pembiayaan personal termasuk utang pembayaran pendidikan yang memang diterapkan di beberapa negara maju. Dengan rate yang rendah, SoFi telah menyalurkan pembiayaan lebih dari 10 Miliar Dollar dan memiliki 150.000 member.

fintech terbesar

4. Qudian

Lagi-lagi Alibaba menjadi biang pertumbuhan Fintech, menyokong Qudian hingga berhasil IPO ke New York Stock Exchange (NYSE). Bisnisnya memberi pinjaman kepada sektor mikro dengan menggunakan basis teknologi mobile apps. Yang menarik dari skema bisnisnya adalah, bagaimana perusahaan melakukan analisis kepada para peminjam. Skema perbankan yang berdasarkan history panjang dan lainnya sudah ketinggalan jaman. Sekarang era big data, karena perlu Anda ingat bahwa rekam jejak kita di dunia digital ini bisa dianggap sebagai jaminan loh. Oleh karena itu, Qudian berani mengklaim bahwa tingkat kesalahannya relatif kecil, dan bisnis terus tumbuh dengan sangat baik.

fintech terbesar

5. Atom Bank

Bisa dikatakan unik nih ide bisnisnya Atom Bank. Perusahaan melakukan bisnis yang sangat mirip dengan Bank pada umumnya, meliputi pemberian hipotek, penyimpanan uang, dan pemberian pinjaman untuk bisnis. Tapi ada satu hal yang membedakan, apakah itu?

Atom Bank tidak memiliki cabang.

Jadi perusahaan mengembangkan melalui aplikasi, bisa dikatakan bahwa Anda membawa Bank kemanapun bepergian. Selain efisian soal waktu bagi customer, perusahaan juga tidak mengeluarkan biaya yang terlampau banyak untuk membayar karyawannya.

fintech terbesar

6. JD Finance

Kalau Alibaba punya saingan JD.com, maka fintechnya Jack Ma juga punya pesaing bernama JD Finance. Bisnisnya bergerak di bidang finance, perbankan dan pemberian kredit ke setiap lini bisnis di Cina. Masih ingat pas JD.id mencari pasar di Indonesia? Bisa dipastikan bisnis fintech ini juga akan berkembang di negeri kita tercinta.

fintech terbesar

7. Oscar

Oscar berbisnis di bidang asuransi terutama kesehatan, kalau nggak salah dulunya Obamacare. Nah, karena tujuannya mulia, maka Oscar saya masukkan ke dalam list fintech yang mengubah dunia keuangan. Fungsi kerja Oscar sebenarnya sederhana, yaitu membuat sistem keuangan di bidang kesehatan menjadi lebih simpel, efisien, dan mengurangi beban pelanggan.

Bagaimana dengan fintech di Indonesia?

Ah, kalau saya sebut merk nanti dikira promosi, tapi kami pernah bahas juga kok yang di Indonesia, misal Akseleran. Pada intinya, saya cukup surprise dengan perkembangan fintech di Indonesia. Meski belum bisa dibandingkan dengan dunia perbankan saat ini, gairah fintech ternyata menjadi angin tersendiri buat kaum millenial. PR nya adalah masing-masing perusahaan harus tetap berinovasi meningkatkan engagement dengan customernya. Ingat, di dunia yang serba cepat, sekali Anda kehilangan klien, maka akan susah mendapatkannya kembali.

Salam

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.