Beli Asuransi Jiwa Term Life untuk Perlindungan Optimal

Asuransi jiwa term life adalah asuransi jiwa yang uang premi akan hangus di akhir masa pertanggungan apabila tidak terjadi risiko. Jenis asuransi yang buat kebanyakan orang Indonesia dianggap merugikan.

Pertanyaannya, beneran rugi gak sih? Atau malah, sebenernya perlu nggak beli asuransi jiwa term-life ini?

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini pasti muncul di tengah industri asuransi yang saat ini menawarkan begitu banyak pilihan. Ada berbagai jenis asuransi yang bisa dibeli di pasaran dan tidak sedikit yang menawarkan perlindungan sampai 99 tahun dan ada uang hasil investasi yang bisa dicairkan.

Asuransi jiwa term life jadi terlihat kurang menarik. Tapi balik lagi pertanyaannya, perlu nggak beli asuransi dan rugi nggak sih?

Bagaimana Asuransi Jiwa Term Life Bisa Memberikan Perlindungan Optimal?

Apa sih Fungsinya Term Life dan Siapa yang Butuh?

Asuransi Jiwa Term Life untuk Perlindungan Optimal

Asuransi Jiwa Term Life untuk Perlindungan Optimal

Asuransi term life, sesuai namanya merupakan perlindungan jiwa berjangka yang diberikan kepada pemegang polisnya selama jangka waktu tertentu.

Perlindungan terhadap apa dan yang bagaimana? Perlindungan terhadap hilangnya sumber pemasukan kalau terjadi risiko meninggal dunia pada pencari nafkah. Tujuannya apa? Biar yang ditinggalkan (keluarga dan tanggungan) masih bisa melanjutkan hidup dengan uang pertanggungan yang diberikan.

Berapa lama jangka waktu perlindungannya? Tergantung dari jangka waktu yang dibeli oleh si tertanggung. Bisa 5 tahun, 10, 15 atau 20 tahun sesuai kebutuhannya. Sesuai kebutuhan yang dimaksud di sini adalah berapa lama pemegang polis ini masih harus membiayai orang-orang yang menjadi tanggungannya. Nanti akan gue bahas lebih lanjut tentang ini.

Nah siapa saja yang harus beli asuransi ini? Orang-orang yang menjadi breadwinner, pencari nafkah utama adalah mereka yang harus punya asuransi jiwa term life. Untuk memastikan tanggungannya akan tetap mendapatkan pemasukan bahkan setelah dia pergi. Sampai kapan? Sampai orang termuda yang menjadi tanggungannya bisa mandiri dan mencari nafkah sendiri.

Misalkan saja orang diasumsikan akan mulai bisa mandiri di usia 25 tahun, sementara tanggungan terkecil dari seorang pekerja berusia 5 tahun saat ini. Orang yang kita bicarakan ini akan perlu untuk beli asuransi jiwa term life untuk masa 20 tahun. Sederhananya begitu.

Kenapa Harus Asuransi Jiwa Term Life?

blog-1337564_1280Bukankah membeli asuransi berjenis unit link yang menawarkan perlindungan sampai pemilik polis berusia 99 tahun lebih aman? Perlindungannya akan jadi lebih lama? Menurut gue nggak. Malah terjadi banyak kesia-siaan.

Begini ya, asuransi kan fungsi utamanya untuk perlindungan kalau terjadi risiko, uang pertanggungan akan dibayarkan oleh pihak asuransi. Uang pertanggungan itu buat siapa? Ya buat yang ditinggalin. Sekali lagi, orang-orang yang masih jadi tanggungan pemegang polis.

Kenapa yang jadi tanggungan itu perlu uangnya? Karena gak bisa mencari nafkah sendiri, atau paling gak belum bisa cari nafkah sendiri. Karena itulah diberikan uang pertanggungan. Nah berarti fungsinya uang pertanggungan asuransi ya sampai mereka bisa cari nafkah sendiri kan? Trus kenapa itu sampe umur 99 tahun kalau misalkan memang beli asuransi yang perlindungannya selama itu?

Kan waktu umur 99 tahun, istri/suami kemungkinan besar juga sudah setua kita (kalo gak boleh dibilang mungkin sama-sama sudah meninggal) sementara anak-anak pasti udah umur 60an tahun juga. Trus kenapa asuransi kita masih terus jalan. Buat siapa manfaat asuransinya?

Kan ada nilai tunai yang bisa diambil. Oh, berarti gabung sama investasi? Oke deh. Coba dihitung itu nilai investasinya perkembangannya bagaimana dan bandingkan dengan asumsi investasi diinstrumen lain yang setipe tapi murni investasi tanpa ada embel-embel asuransi. COba bandingkan perkembangan dananya bagaimana?.

Dan yang paling penting adalah besaran nilai uang pertanggungan yang akan didapatkan oleh ahli waris. Dengan menggunakan asuransi jiwa term life, dengan uang premi yang relatif lebih terjangkau akan memberikan uang pertanggungan yang jauh lebih besar dibandingkan apabila menggunakan asuransi jiwa unit link. Sebagai perbandingan, dengan uang premi tahunan Rp. 3,6 juta per tahun, asuransi jiwa term life mendapatkan RP. 1 Milyar uang pertanggungan sementara unit link dengan porsi investasi berimbang hanya mendapatkan Rp. 25 juta – Rp. 50 juta!

Waktu yang Tepat untuk Membeli Asuransi Jiwa Term Life

Trus kapan waktu terbaik untuk membeli asuransi jiwa term life ini?

Untuk para pencari nafkah utama, semakin cepat (baca: usia muda) akan semakin baik. Perhitungan premi dan juga pemeriksaan kesehatan akan lebih menguntungkan apabila asuransi jiwa term life ini dibeli pada usia yang lebih muda. Asumsinya adalah semakin muda usia, semakin prima kondisi fisik dari pemegang polis.

Mungkin yang lebih tricky adalah membeli polis asuransi untuk jangka waktu yang lebih lama. Asuransi jiwa term life hanya terbatas selama jangka waktu tertentu dan seringkali jangka waktunya belum mengcover kebutuhan sehingga pada saat itu harus membeli lagi dengan usia yang lebih lanjut dan kemungkinan premi akan lebih mahal.

Bahkan yang perlu diingat, membeli asuransi jiwa ini jauh lebih penting dilakukan bahkan sebelum mulai berinvestasi. Baca juga post tentang 7 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Investasi Saham.

Dimana Membelinya?

Kalau untuk membeli produk asuransi jiwa term life ini sebenarnya bisa di hampir semua perusahaan asuransi jiwa. Hanya saja ada beberapa perusahaan asuransi yang menyatakan tidak lagi memiliki produk ini dan sudah digantikan oleh unit link.

Tapi semua tergantung seberapa gigih kita mencari dan bertanya kepada agen asuransi yang menghadapi kita. Meskipun produk unit link, dapat juga dimodifikasi sampai seolah-olah kita mendapatkan uang pertanggunan dan fitur yang menyerupai produk unit link.

Tekankan pada uang pertanggungan yang dibutuhkan dan jangka waktu kebutuhan asuransinya. Tidak usah tergoda akan iming-iming nilai tunai dan juga perlindungan sampai usia 99 tahun yang kemungkinan besar akan dijadikan senjata oleh para agen penjual.

Penutup: Apakah “Uang yang Hilang” itu Memang Kerugian?

life-belt-498453_1280Sebagai penutup, mari melihat lagi bagian uang yang hilang yang sempet gue singgung di awal tadi.

Apakah benar kita mau membuang uang sebesar Rp. 60 juta (asumsi premi tahunan Rp. 3 juta) yang kita bayarkan selama 20 tahun tanpa mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang sama sekali? Well, pola pikir inilah yang perlu kita benahi.

Ketika membeli asuransi, yang kita beli adalah perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi. Perlindungan ini dalam bentuk uang pertanggungan. Kalau misalkan terjadi risiko yang tidak diinginkan dan sebagai pencari nafkah utama kita meninggalkan anak dan istri yang selama 20 tahun sampai anak paling kecil mandiri dan bisa berdiri sendiri yang membutuhkan biaya paling tidak Rp. 1 milyar selama 20 tahun itu, uang Rp. 60 juta akan tidak ada artinya dibandingkan ketenangan dan keamanan finansial mereka.

Bandingkan dengan ketika kita membeli asuransi dengan premi yang sama, mendapatkan nilai tunai sebesar Rp. 75 juta yang kemungkinan besar akan kita cairkan sewaktu-waktu kita perlu. Ketika terjadi risiko pada kita sebagai pencari nafkah utama, anak dan istri atau tanggungan kita mendapatkan “hanya” Rp. 125 juta (oke gue naikkan nilainya) untuk menghadapi masa-masa mereka paling membutuhkan support keuangan sampai anak mandiri. Bisa dibayangkan bagaimana mereka harus menghadapinya kan?

Jangan sampai sudahlah kita sendiri tidak suka dengan cara jualan asuransi para agen yang kadang suka menjebak, eh kitanya sendiri tidak mendapatkan perlindungan sesuai kebutuhan. Ingat selalu bahwasannya ketika membeli payung, kita tidak pernah mengharapkan hujan turun. Kita sedia payung selalu sebelum hujan dan semakin besar payung, semakin nyaman kita berjalan bahkan ketika badai.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.