7 Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Investasi Saham

investasi sahamAssalamualaykum para pembaca!

Siapa sih yang enggak ngiler ngeliat performa IHSG selama setahun terakhir? Beberapa jenis saham mampu menghasilkan return hingga 1000%! Yeap investasi saham bisa ngasilin sepuluh kali lipat kawan!

Mau contoh? Saham PPRO (PT. PP Properti) merangkak dari Rp 147,- per lembarnya hingga pernah menyentuh Rp 1490,-. Ada lagi saham SMBR (PT Semen Baturaja) yang melompat dari harga terendahnya di Rp 283,- per lembar menjadi Rp 1880,-. Hitung-hitungannya sudah bukan return 10%-20%, tapi ratusan persen!

Fakta lapangan yang sedemikian bagus akan bikin gampang membuat orang terlena, bahkan yang belum pernah berbisnis saham atau belajar mengenai investasi ikut-ikutan nyemplung. Bagus sih, tapi tanpa ilmu dan mental yang memadai Anda sangat layak menjadi santapan trader-trader beringas di bursa efek. Oleh karena itu, kali ini akan kita bahas beberapa faktor yang wajib dipertimbangkan oleh kalian yang mau terjun ke pasar modal.

7 Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Investasi Saham

1. Arah Angin

What? Apa hubungannya sama arah angin! Wah uda mulai ga bener nih artikel!

Santai sobat, maksudnya lihat trend IHSG selama periode tertentu. Saya sendiri selalu melihat arah indeks selama 3 bulan dan 6 bulan. Ketika di awal trading saham, rasanya tu pengen melawan arus biar dapat untung gede. Nah pas uda agak matang, perasaan itu mulai berubah, karena waktu telah menyadarkan saya. Hanya Tuhan yang bisa mengalahkan pasar modal!

Pada saat kita mau main di jangka waktu menengah dan fleksibel, jangan sekali-sekali melawan arus jika Anda tidak siap. Lebih baik ikuti trend sektor atau bidang tertentu. Sebagai contoh di sektor tambang dua tahun silam, kondisinya lagi jeblok banget kan? Nah pada saat itu, langkah terbaik adalah menghindari sektor tambang dan beralih ke saham perbankan yang lagi oke.

Bagaimana dengan sekarang? Well, sektor tambang uda menggeliat bung!

2. Kapasitas Modal

Anda mau trading tapi duit terbatas?

Saran saya urungkan niat Anda dan ganti style menjadi investasi. Trading jangka pendek menggunakan uang ala kadarnya akan sangat berisiko karena pemilihan sahamnya menjadis sangat terbatas. Apesnya uang yang rencananya untuk berbisnis malah abis terkena fee jual karena saham yang dibeli salah sasaran.

Sedangkan jika Anda berniat investasi, maka uang yang “ngendon” akan jauh lebih aman karena tidak terkena fee jual beli terlampau sering.

3. Mau Investasi Tanpa Ilmu Yang Cukup

Banyak cerita atau kisah kegagalan investasi saham di seluruh dunia disebabkan karena si manusianya salah strategi. Berarti secara tidak langsung si investor ini “gagal paham” ketika merespon atau memilah saham yang menjadi target.

Oleh karena itu, saya sangat mengharamkan Anda untuk berinvestasi jika tidak mengetahui ilmu yang benar. Ketika Anda nekat untuk menanamkan uang di saham tapi sama sekali tidak ngerti analisis teknikal atau analisis fundamental saham, well itu sama artinya sedang berada di lautan pasar modal dengan kondisi mata ditutup celana dalam. Gelap!

4. Komunikasi Intensif dengan Perusahaan Pialang

Sudah tahu dong ya, Anda harus memilih pialang saham dengan cermat sebelum mulai berinvestasi saham.

Nah, jangan pernah ragu untuk menanyakan segala hal mulai dari hal biaya, cara bertransaksi, atau kalau agen pialangnya cantik boleh lah diajak ngobrol yang “asik-asik”. Ini penting lhoh, jangan sampai setelah terdaftar di perusahaan pialang tersebut, Anda malah bingung enggak tahu musti ngapain.

5. Masih Punya Utang?

Utang boleh, tapi kalo tidak terkontrol dan ternyata Anda pingin investasi, wow bisa gawat. Kenapa demikian? Hal ini disebabkan investasi atau bahkan trading saham itu dipenuhi dengan risiko rugi.

Masalah akan muncul jika mendadak utang Anda jatuh tempo, dan posisi saham Anda sedang rugi. Repot dong, karena pada akhirnya harus menjual saham tersebut untuk membayar utang yang tidak termitigasi tadi. Oleh karena itu, sebenarnya yang paling aman adalah berinvestasi dengan utang yang kecil atau bahkan tanpa utang.

6. Jika Ingin Untung, Harus Siap Rugi

Sistem “high risk, high return” itu beneran nyata kawan!

Dunia saham menawarkan keuntungan yang sedemikian tinggi, tapi juga didalamnya terdapat risiko yang besar. Jika Anda menginginkan dapat penghasilan dari investasi saham, harus siap juga donk dengan risiko kehilangan uang.

Banyak orang yang stres gara-gara rugi, dan malah nyalahin pemodal besar yang dianggap bandar saham. Padahal apabila Anda bersedia belajar dan tahu konsekuensi berinvestasi di bidang ini, masalah seperti tadi nggak akan jadi soal.

7. Semua butuh proses, termasuk investasi saham

Anda nggak akan kaya dalam semalam!

Semua butuh waktu untuk menuai hasilnya, termasuk ketika investasi saham. Jangan pernah bosan untuk belajar, bertanya, bahkan kalau perlu ikut tu seminar-seminar online para investor dunia. Biasanya ada webinar khusus yang membahas ini. Jika mental Anda sudah terbentuk, bukan tidak mungkin kelak Anda lah yang akan memberi tutorial kepada orang lain.

Wassalamualaykum para pembaca!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.