Pentingnya Penggunaan Anggaran Keluarga

Pentingnya anggaran keluarga

Jika berbicara mengenai perencanaan keuangan, anggaran keluarga adalah aspek paling dasar yang harus dibuat atau dimiliki. Anggaran keluarga ini ibaratnya adalah peta yang akan menjadi pegangan kita untuk mencapai tujuan.

Umumnya anggaran keluarga ini tidak pernah dianggap sebagai sesuatu yang penting. Memang sih, yang namanya anggaran kan cuma meliputi pendapatan dan pengeluaran. Apa susahnya mengingat dan mengatur pendapatan/pengeluaran?

Ternyata tidak segampang itu lho. Kenapa? Karena kebanyakan orang tidak terbiasa untuk “menghabiskan duit dengan benar”, atau dengan kata lain tidak terbiasa membelanjakan uang secara terencana.

Mau bukti? Pernahkah anda menggunakan suatu produk keuangan atau mengisi sebuah survey yang memuat pertanyaan: berapa pengeluaran rutin anda setiap bulan? Nah coba jujur, bisakah pertanyaan itu dijawab dengan cepat dan pasti? Beda banget jika ditanya berapa pendapatan dalam sebulan. Pastinya hafal luar kepala.

Contoh lain, familiar dengan istilah gaji 10 koma? Yes, artinya baru tanggal 10 gaji udah tinggal komanya doang. Ngetop tuh, karena banyak yang ngerasa kesentil, hehehe… Atau juga fenomena perbandingan terbalik antara tingkat keramaian foodcourt di mall dengan kantin gedung perkantoran di saat tanggal muda dan tanggal tua.

Cara menghabiskan uang dengan benar

STEP 1 Kenali pengeluaran

Ini mencakup pengeluaran rutin dan non rutin. Pengeluaran rutin ini meliputi pengeluaran untuk hidup sehari-hari (makanan, transportasi, dll), utilitas seperti listrik dan air, biaya telepon, TV kabel, biaya sekolah anak, cicilan pinjaman sampai dengan pengeluaran untuk hiburan ataupun kebutuhan tersier lainnya.

Pengeluaran non rutin adalah biaya tidak dibayarkan per bulan atau biaya yang hanya muncul sekali-sekali seperti biaya servis mobil rutin, premi asuransi, biaya liburan, dll.

Langkah untuk mengenali pengeluaran

Langkah paling tepat untuk mulai mengenali pengeluaran adalah dengan mendata pengeluaran yang telah kita lakukan. Caranya?

#1 Kumpulkan semua struk belanja.

Biasakan untuk mengumpulkan semua invoice dari pengeluaran yang kita lakukan, mulai dari pengeluaran besar sampai dengan pengeluaran yang dianggap kecil seperti parkir dan tol. Gunakan catatan untuk transaksi tanpa struk.

#2 Buat catatan rutin mengenai pengeluaran terjadi.

Dari struk-struk yang kita kumpulkan, catat semuanya berdasarkan kategori di sebuah buku khusus. Lakukan setiap hari agar tidak ada yang terlewatkan.

#3 Gunakan aplikasi di smartphone

Bagi yang merasa terlalu sibuk untuk mencatat, gunakan aplikasi anggaran keluarga di smartphone. Sekarang banyak aplikasi seperti ini yang bisa diunduh secara gratis. Contohnya seperti Monefy, AndroMoney, Wally, GoodBudget ataupun Spendee. Setiap kali selesai melakukan sebuah pengeluaran, langsung dicatat di smartphone. Ngga ada alasan lagi untuk ngga mencatat kan?

#4 Simpulkan pola pengeluaran.

Setelah periode pencatatan (misalnya 1 bulan), mulailah anda analisa bagaimana pola pengeluaran anda selama ini. Apakah pengeluaran ini masih lebih rendah dari pendapatan atau malah minus? Ingat, jika sudah memiliki pasangan, libatkan juga untuk semua proses ini.

STEP 2 Analisa pengeluaran

Setelah mengetahui pengeluaran anda dalam 1 periode, langkah berikutnya adalah melakukan analisa. Selamat untuk anda yang selisih antara pendapatan dan pengeluarannya masih positif. Namun jangan senang dulu, cek lagi dengan saksama pola pengeluaran tersebut.

#1 Analisa pengeluaran per kategori

Coba cek bagaimana perbandingan antara pengeluaran yang benar-benar merupakan pengeluaran primer dengan pengeluaran sekunder/tersier. Jangan-jangan sebagian besar pendapatan hanya tersedot untuk Starbucks dan makan-makan di luar.

#2 Pelajari apakah ada pengeluaran yang bisa dikurangi.

Khususnya bagi anda yang pengeluarannya lebih besar dari pendapatan, anda wajib mengenali pos-pos mana yang menjadi beban terbesar dalam pengeluaran dan mulailah merencanakan penghematan di pos-pos tersebut. Bila perlu, pangkas anggaran keluarga yang kurang perlu.

Bagi yang masih memiliki selisih positif pun tetap kenali pos-pos yang masih bisa dihemat, karena mungkin saja anda masih membutuhkan anggaran untuk menabung dan berinvestasi.

STEP 3 Buatlah anggaran keluarga

Berdasarkan analisa pengeluaran, mulailah untuk menyusun anggaran keluarga. Banyak kok referensi yang menjelaskan tentang cara menyusun anggaran keluarga dengan bahasa yang gampang dipahami.

  1. Tentukan pos atau kategori-kategori yang menjadi prioritas. Dan jika mungkin, buatlah kategori khusus untuk tabungan/investasi sebagai prioritas utama.
  2. Buat kategori dan sub kategori dengan detail agar pengeluaran ini bisa selalu direview dengan mudah.
  3. Gunakan alat pencatatan anggaran yang anda anggap nyaman. Bisa gunakan ms excel, aplikasi di smartphone atau bahkan buku tulis biasa.
  4. Jangan lupa masukkan pengeluaran non-rutin di dalam anggaran ini. Pastikan bahwa pengeluaran ini bisa dicover oleh pendapatan non-rutin (bonus, THR).
  5. Bila perlu, gunakan sistem amplop ataupun penggunaan rekening terpisah untuk membantu proses alokasi uang.

STEP 4 Monitor anggaran keluarga

Selalu lakukan perbandingan pengeluaran actual dan anggaran secara periodic. Analisa jika ada yang tidak berjalan sesuai rencana. Bisa saja itu timbul karena anda yang belum disiplin menjalankan anggaran keluarga atau bisa jadi anggaran anda yang belum sesuai dengan keadaan actual.

Keuntungan penggunaan anggaran keluarga

Setelah memiliki anggaran keluarga ini, maka ada beberapa keuntungan yang akan anda rasakan:

  1. Semua pengeluaran memiliki plafon anggaran yang selalu bisa dijadikan patokan.
  2. Membantu melatih kedisplinan dalam berbelanja.
  3. Terbiasa membelanjakan uang secara terencana dan tidak impulsif.

=====

Demikian sedikit sharing tentang proses pengenalan pola pengeluaran dan penggunaan anggaran keluarga. Anggaran ini akan menjadi dasar bagi kita untuk menghabiskan uang dengan benar.

Salam.

 

Image: http://ahelicoptermom.com/

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.